Halaman

Senin, 26 September 2011

Sparkling Surabaya

What is Sparkling Surabaya, Anyway?

Jawa Pos - Rabu, 18 Juni 2008
Kemarin pagi saya jadi pembicara pertama di International Conference di Kota Kinabalu, Sabah.
Kota yang disebut KK ini terletak di Kalimantan bagian utara di sebelah timur.
Daerah ini disebut East Malaysia karena terletak dibagian timur dari "peninsula" Malaysia dimana KL berada.
Hanya ada dua negara bagian (states) di Malaysia yang ada di bagian ini yaitu Sabah dengan ibukotanya KK dan Serawak yang ada di sebelah barat dengan ibukotanya Kuching.
Brunei adalah kesultanan kecil tapi kaya, terletak "di dalam" Serawak.
Itupun ada dua bagian Brunei yang terpisah, tapi keduanya ada di Serawak.
Unik,memang..
Kalimantan yang konon adalah pulau ketiga terbesar didunia ternyata memang kepunyaan tiga negara : Indonesia, Malaysia dan Brunei.
Saya kebetulan pernah dua kali ke Brunei.
Sekali,sebagai Konsul Kehormatan Ceko, ketemu Sultan Brunei yang istananya bertaburan emas ketika mendampingi Dubes Ceko yang di Jakarta tapi juga wilayahnya mengcover Brunei.
Sekali lagi, ketika diundang jadi speaker di SME Conference disana.
Membandingkan tiga negara didalam satu pulau ini sangat menarik.
Para Gubernur dan Walikota kita di Kalimantan memang kayaknya harus lebih banyak belajar dari Chief Minister Sabah (setingkat Gubernur) bagaimana membranding Sabah.
Dia menyelenggarakan International CEO Conference ini setiap tiga tahun secara besar2an.
Event ini sendiri di organise secara professional, world class.
Selain saya yang President World Marketing Association, dia mengundang banyak speaker kelas dunia lain di berbagai bidang.
Sampai Former Prime Minister of New Zealand dan bekas Direktur WTO Michael Moore pun mereka undang untuk bicara kemarin dulu pagi.
Perlunya?
Untuk menarik para CEO bukan cuma dari Peninsula tapi dari Jepang,Korea,Eropa dan negara2 Afrika untuk datang.
Setelah itu, nah waktunya untuk jualan....
Dia lantas pidato panjang lebar tentang kesempatan Investasi, Trade and Tourism di Malaysia..
Ya...apalagi kalau bukan Marketing TTI untuk Sabah.
Ini cara paling efisien untuk memasarkan suatu daerah yang sering disebut sebagai Place Marketing.
Kenapa? Karena target investor dan tradernya datang ditempat..
So, mereka bisa sekaligus ketemu dengan local counterpart mereka.
Dan sekaligus punya kesempatan melihat2 langsung situasi Sabah.
Lewat personal experiences maka para calon investor itu jadi bisa merasakan apa itu artinya Discover Sabah didalam umbrella Malaysia,Truly Asia yang suka dipakai slogan untuk memasarkan tourism secara nasional.
Konferensi internasional semacam ini kalau diorganise secara profesional dan sukses, jelas lebih murah dan besar impactnya dari pada mengirim duta seni ataupun mengikuti pameran2 di luar negeri yang belum tentu ada hasil konkritnya.
Sulawesi Utara sedang siap2 untuk menyelenggarakan World Ocean Summit di th 2010..
Saya pribadi berharap ide brilian, sesuai dengan karakter Geografi Sulut ini bisa sukses.
Nah bagaimana dengan Surabaya sendiri.
Yusak Anshori, Direktur Eksekutif STPB selalu antusias kalau diajak bicara tentang Branding Sparkling Surabaya.
Sampai public toilet yang bersih pun jadi perhatiannya.
"Mana bisa Sparkling kalau tidak bersih" katanya.
Hampir tiap tahun saya selalu duduk bersama Walikota Bambang Dh dan Wawali Arif Afandi untuk menyaksikan Parade Festival Sparkling Surabaya di panggung VIP Kotamadya.
Saya sudah melihat usaha yang begitu keras dari top management Kota Surabaya untuk membranding Surabaya.
Tapi juga perlu partisipasi publik secara aktif.
Karena para investor ataupun businessman yang datang sementara maupun tinggal beberapa lama di Surabaya harus dianggap sebagai tamu dari masyarakat Surabaya.
Karena itu,tourism dalam arti luas bisa menjadi lokomotif untuk dua elemen lain dari Place Marketing yaitu Trade and Investment.
Surabaya memang harus diposisikan sebagai the Trading Hub dari Indonesia Timur karena punya airport dan seaport yang kelas internasional.
Juga punya hinterland Jawa Timur dan Indonesia Timur yang kaya.
Untuk itu,Surabaya harus jadi kota yang sparkling tidak "mati" sehingga bisa menarik orang untuk tidak segan2 untuk datang.
Karena itu,dalam rangka The MarkPlus Festival 10 Juli nanti, MarkPlus Inc bekerjasama dengan STPB dan Kotamadya Surabaya menyelenggarakan Kompetisi Sparkling Surabaya di antara kampus2.
Sambutannya?
Luar biasa..
Ada 23 tim @ tiga orang yang dibimbing seorang dosen dari hampir semua perguruan tinggi di Surabaya ikut serta.
Sekarang paper2nya lagi dibaca oleh tujuh orang juri dari pelbagai institusi.
Finalnya akan menampilan presentasi lima tim di Kotamadya sebelum 10 Juli.
Ide2nya sangat menarik...
Saya happy sekali melihat kalangan muda khususnya mahasiswa dari berbagai kampus sudah mau melakukan riset yang serius dan memberikan banyak rekomendasi.
Saya yakin para juri lagi kebingungan sekarang untuk menentukan lima finalis..
I really appreciate your participation for our city...
Dan sekali lagi mudah2an The MarkPlus Festival ini benar2 bisa jadi Marketing Day bagi semua orang yang suka Marketing utk saling bernetwork,mensharekan idea dan berbagi pengalaman.
Dan mudah2an ini menjadi trigger untuk pada suatu ketika ada suatu event tingkat International yang benar2 diurus secara profesional untuk memasarkan Surabaya...
Kita semua, arek2 Suroboyo punya kewajiban untuk berbuat sesuatu, membuat Surabaya benar2 Sparkling.
Supaya slogan tersebut jadi bermakna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar